Biaya Logistik Indonesia Paling Mahal

Logistik merupakan komponen biaya yang sangat penting dalam relokasi ternak dan distribusi susu dan daging, sehingga tingkat biaya logistik berpengaruh langsung dalam ‘pricing’ produk peternakan nasional.
Biaya transportasi logistik di Indonesia tergolong Paling mahal di Asean. Akibatnya, harga-harga produk Indonesia, baik dari pabrik atau hasil perkebunan dan peternakan, sulit bersaing di pasar global. Perlu segera dicarikan solusi di tengah gencarnya serbuan pasar global.
Biaya angkutan barang di Indonesia tergolong mahal karena masih buruknya infrastruktur penunjang, termasuk layanan pelabuhan dan pabean. Kondisi kinerja sistem logistik nasional yang tidak efisien dan efektif tersebut dapat dilihat dari hasil survey terkait kinerja sektor logistik nasional yang pernah diungkapkan Bank Dunia (World Bank). Dalam surveynya, bank Dunia menempatan Indonesia pada peringkat ke 43, dari 150 negara yang di survey. Peringkat tersebut menempatkan Indonesia berada di bawah Singapura, Malaysia dan Thailand.
Tak jauh beda hasil penelitian The Asia Foundation dan Lembaga Penelitian Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia (tahun 2008) menunjukkan bahwa biaya angkutan barang di Indonesia mahal dan menjadi salah satu penghambat daya saing perdagangan pada tingkat internasional. Kontribusi pengeluaran itu lebih dari 10 % dari total biaya operasional kendaraan. Biaya operasional kendaraan truk angkutan barang di Indonesia mencapai US$ 34 sen per kilometer. Angka ini lebih tinggi dari rata-rata Asia US$ 22 sen per kilometer lebih tinggi daripada Vietnam, Thailand, Malaysia, dan China.
Indonesia juga berada di peringkat 92 dari total 150 negara yang disurvei terkait dengan indikator biaya logistik. Biaya logistik negara-negara di dunia rata-rata memiliki besaran 10% – 20% terhadap GDP. Untuk Amerika atau negara maju pada kisaran 10-20%, sedangkan untuk negara sedang berkembang antara 15%-25%. Sedang porsi biaya logistik domestik nasional mecapai lebih dari 25% dari GDP.
Hal senada diungkapkan pengamat ekonomi UI, Faisal Basri. Dalam diskusi prespek ekonomi 2010 di Jakarta beberapa waktu lalu, Faisal menyatakan, selain ancaman krisis energi listrik, dan gangguan politik tingkat tinggi, hal lain terkait infrastruktur yang juga harus diperhatikan adalah masalah penataan sistem logistik. Apalagi saat ini logistik Indonesia terkenal buruk, mahal, mulai dari pengurusan di pelabuhan hingga distribusi ke pabrik. “Terkait era perdangan bebas, penaataan system logistik hams segera dibenahi. Seperti layanan pabean (bea cukai) dan pelabuhan 24 jam serta penyederhanaan birokrasi dan perizinan,” ujarnya.
Menurutnya, tingginya biaya logistik di dalam negeri menyebabkan berbagai produk Indonesia suit bersaing dengan produk luar. Selain itu, barang yang didistribusikan di Indonesia justru di produksi di luar negeri, seperti China karena logistik disana lebih murah. Biaya logistik mahal yang harus di tanggung dunia usaha, bisa menghambat masuknya investasi. Ia mencontohkan mahalnya biaya handling peti kemas di pelabuhan Indonesia yang bisa lebih tinggi hingga 30 -40% di banding negara lain seperti Singapura dan Malaysia.
Implikasi dari tingginya biaya trans­portasi logistic, harga produk dalam negeri juga sulit bersaing. Misalnya hasil perke­bunan jeruk atau buah apel dalam negeri, jauh lebih mahal dibanding jeruk impor asal China atau Australia karena tingginya biaya logistik. Kondisi pasar yang anomali tersebut, kini bisa disaksikan dengan jelas di pasar-pasar Indonesia. Harga buah impor, jauh lebih murah dibanding buah hasil dari dalam negeri.
Kondisi tersebut, akan semakin berat jika ditambah dengan biaya pungutan liar (pungli) yang marak di sepanjang perjalanan. selain itu, masih ada lagi biaya birokrasi yang panjang dan berbelit di Indonesia. Semua itu berujung pada tingginya biaya operasi serta mengakibatkan ekonomi biaya tinggi. Sehingga produk asal Indonesia menjadi tidak bersaing di pasar global.
Tingginya biaya pungli di sektor angkutan pernah diungkapkan ketua Apindo, Sofyan Wanandi. Sejauh ini, pungli di sektor transportasi masih marak di mana – mana, termasuk wilayah pelabuhan, Pelakunya juga beragam, mulai oknum preman, sampai aparat yang memungut dengan dalih perda. ”Pada intinya, semua itu harus di tanggung pengusaha atau pemilik barang yang ujungnya membuat harga – harga menjadi mahal”, Kilahnya AF (Tabloid Transindo)

sumber : http://transportasi.bappenas.go.id

About Peternakan Taurus

Peternakan Sapi & Kambing yang berlokasi di Cibitung, Bekasi, kami mulai beternak sapi potong pada akhir tahun 2009 dengan sapi jenis Brahman Cross asal Australia. Pada tahun 2011 kami mulai memelihara sapi perah jenis Holstein lokal untuk diambil susunya. Saat ini kami memiliki produk berupa sapi potong untuk kurban & idul fitri serta susu sapi segar.
This entry was posted in Info Lain. Bookmark the permalink.

2 Responses to Biaya Logistik Indonesia Paling Mahal

  1. semangat terus pantang mundur,sama kaya saya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s