Australia Segera Kirim Sapi ke Indonesia

07 Jul 2011
Headline Pikiran Rakyat

CANBERRA, (PR).-

Pemerintah Australia melalui Menteri Perdagangan Joe Lud-wig, Rabu (6/7) mengumumkan mencabut larangan ekspor sapi ke Indonesia, dan akan melanjutkan perdagangan sapi dengan pengamanan tambahan untuk mengatasi masalah kekhawatiran atas kekejaman terhadap hewan.

Pencabutan itu dilakukan sehari sebelum kunjungan Menteri Luar Negeri Australia Kevin Rudd ke Jakarta, untuk membahas perdagangan sapi yang menuai kontroversi selama hampir satu bulan.

Indonesia menyambut baik pengumuman pemerintah Australia tersebut, karena bisa menjamin stok sapi terhadap kebutuhan daging sapi terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri pada akhir bulan Agustus nanti.

Menurut Menteri Pertanian Australia Joe Ludwig, pihaknya telah mencapai kesepakatan dengan Indonesia untuk mengatasi masalah kesejahteraan hewan [animal welfare) yang selama ini dikhawatirkan kelompok pencinta binatang. Para pengekspor sapi kini bisa mengajukan izin untuk melanjutkan pengiriman sapi ke Indonesia, setelah sekitar sebulan dibekukan.

“Saya malam ini” (Rabu malam-red.) mengumumkan pencabutan larangan itu, karena masalah utama untuk memulai kembali ekspor sapi telah terselesaikan,” ujar Ludwig di Canberra. Para peternak harus mengajukan izin ekspor yang memenuhi standar kesejahteraan hewan internasional, dan Indonesia telah men-gatakan siap mengeluarkan izin serupa untuk para pengimpor.

“Para pengekspor perlu melacak hewan ternaknya mulai dari rantai pasokan domestik ke tempat penggemukan, dari tempat penggemukan hingga ke rumah pemotongan hewan (RPH),” kata Ludwig, sambil menambahkan bahwa RPH akan diaudit secara independen.

Pemerintah Australia menghentikan semua pengiriman ternak hidup ke Indonesia, setelah sebuah film dokumenter yang menunjukkan kekejaman terhadap sapi di sejumlah RPH di Indonesia menuai kecaman dari para pencinta binatang di Australia.

Wakil Menteri Pertanian Bayu Krishnamurti mengatakan, hal terbaik bagi mereka adalah mencabut larangan ekspor. Australia telah membuat kebijakan terbaik untuk kepentingan negara. “Kami telah mengambil pelajaran terbaik. Memiliki ketergantungan besar terhadap perdagangan internasional telah membawa risiko besar bagi kami,”katanya seperti dilaporkan kantor berita AFP.

Ludwig mengakui, beberapa peternak telah menghentikan perjuangannya untuk mendapat kompensasi atas larangan ekspor, ketika pihak berwenang Canberra menawarkan kompensasi sebesar 35 juta dolar Australia. “Masyarakat Australia menyaksikan rekaman kekejaman hewan yang mengejutkan itu, dan mereka telah membuat keputusan jelas tidak akan mendukung izin perdagangan sapi,” ujar Ludwig-

Ludwig menuturkan, perusahaan peternakan Elders yang telah menguasai sekitar 60 persen perdagangan sapi dengan nilai mencapai 320 juta dolar Australia, telah siap untuk mengajukan izin ekspor pertamanya pascapelarangan itu. Izin baru akan diperlukan untuk setiap pengiriman secara individu.

“Saya sudah mencabut larangan ekspor sapi, sehingga kita dapat terus mendukung industri yang sangat penting ini . Hal itu sangat baik bagiekonomi Australia dan perdagangan yang saling menguntungkan bagi Australia dan Indonesia,” katanya.

Dia menegaskan, jika terdapat kegagalan dalam sistem itu, pencabutan larangan ekspor akan ditarik kembali. Para peternak sangat tertekan dengan adanya larangan ekspor sapi yang mengancam perawatan ribuan sapi, sehingga banyak yang kelaparan dan kesehatannya terancam.

“Menteri Ludwig kini telah melakukan hal yang benar. Dia membuka perdagangan sapi sehingga tidak mengkhawatirkan para peternak,” ujar Rob Gillam, Ketua Asosiasi Peternak Sapi dan Domba di wilayah barat Australia. “Saya yakin akan ada beberapa syarat yang ketat atas hal itu seperti yang diperkirakan,” katanya kepada radio pemerintah.

Berdasarkan data tahun 2010, ekspor sapi termasuk domba Australia mencapai sekitar 1,14 miliar dolar Australia, dan dari jumlah itu untuk Indonesia mencapai sekitar 320 juta dolar Australia. Indonesia juga termasuk pangsa pasar sapi terbesar dari Australia. (AFP/Reuters/BBC/A-43)*”

sumber : http://bataviase.co.id/node/731661

About Peternakan Taurus

Peternakan Sapi & Kambing yang berlokasi di Cibitung, Bekasi, kami mulai beternak sapi potong pada akhir tahun 2009 dengan sapi jenis Brahman Cross asal Australia. Pada tahun 2011 kami mulai memelihara sapi perah jenis Holstein lokal untuk diambil susunya. Saat ini kami memiliki produk berupa sapi potong untuk kurban & idul fitri serta susu sapi segar.
This entry was posted in Info Peternakan and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s