Tulisan Seorang Sahabat : Belajar Kearifan di Peternakan Sapi Taurus

 

yudhi hertantoSelepas bangku kuliah, lama rasanya tidak berjumpa kawan-kawan seperjuangan saat menuntaskan waktu diantara masa-masa studi itu. Sampai pada akhirnya saya bisa bersua kembali dengan salah satu sohib lama.

 

Bukan ditempat yang lazim, tetapi di peternakan miliknya. Hal yang terbalik 180 derajat, karena latar belakang pendidikan kami yang sangat teknik sekali. Tetapi masa lalu adalah pembentuk kita hari ini.

 

Pada sebuah peternakan yang dinamai sebagai “Taurus” itu, teman saya menemukan kedamaian. Filosofi “Taurus” yang menjadi spesifik karena menyediakan ruang berkongsi, sebagai penitipan bakalan sapi potong maupun sapi perah, yang nantinya akan di”Urus” oleh pengelola peternakan.

 

Sehingga “Tak*Jawa Red-Urus” menjadi “Taurus”. Dilokasi peternakan tersebut, terdapat sekitar 15-an sapi yang tengah merumput. Entah darimana sohib lama ini mendapatkan ilmu memelihara hewan ternak, karena dulu yang kita urus ya mesin yang tidak bergerak.

 

Saat ditanya motivasinya beralih ladang profesi, sohib saya menjawab dengan pasti keyakinan dirinya akan dunia yang dia geluti saat ini. Untuk hal tersebut tentu saya harus sampaikan salut dan angkat topi *meskipun tidak bertopi, hehehe.

 

Bagi saya Peternakan Taurus adalah bentuk dari kemandirian lokal yang patut didukung. Bukan hanya karena saya bertemu sohib lama, namun ada makna tentang kesederhanaan serta kejujuran dan semangat yang membara, dibalik semua kegiatan yang dilakukan disana.

 

Tentu saja, saya tidak melewatkan begitu saja bercengkerama dengan pawang sapinya yang berasal dari Boyolali. Baginya bekerja membesarkan bibit bakalan sapi adalah sebuah pekerjaan profesional yang menjadi lahan rezeki.

 

Bersyukur dan berucap terima kasih adalah kebaikan besar yang sangat fundamental. Sohib saya pun bercerita tentang bagaimana ia dan seorang kawan lain membangun peternakan ideal sejak 5tahun lalu.

 

Senjang kebutuhan konsumsi daging sapi dan pasokan, menurutnya, dapat ditangani secara mandiri bila ada itikad tulus pemerintah dalam mendukung kapasitas dan kompetensi peternak lokal.

 

Terbayang bagi saya, ucapan itu mengaitkan pemberitaan yang telah ramai beberapa waktu silam tentang import daging sapi. Ya, sebuah cerita tentang kerakusan, dimana sejumlah nominal dipertukarkan dengan ijin import daging, kemudian dibumbui dengan peristiwa “daging-daging” cantik yang memuakkan.

 

Bahkan barter dan metode transaksi khusus ala pedagang sapi disebuah pasar komoditas sapi, kemudian direndahkan derajatnya menjadi mekanisme lacur ala politisi yang kemudian dikenal jadi politik dagang sapi, padahal yang bobrok bukan sapinya kan? Hohoho.

 

Bagi saya, peternakan Taurus adalah bentuk dari simbol kemandirian anak bangsa ini, untuk tidak didikte dan berani berekspresi. Selamat dan salam hangat untuk Bung Fani dan Peternakan Taurus-nya, semoga bangsa ini lebih memberikan perhatian bagi manusia spesial seperti Anda.

Belajar Kearifan di Peternakan Sapi Taurus

About Peternakan Taurus

Peternakan Sapi & Kambing yang berlokasi di Cibitung, Bekasi, kami mulai beternak sapi potong pada akhir tahun 2009 dengan sapi jenis Brahman Cross asal Australia. Pada tahun 2011 kami mulai memelihara sapi perah jenis Holstein lokal untuk diambil susunya. Saat ini kami memiliki produk berupa sapi potong untuk kurban & idul fitri serta susu sapi segar.
This entry was posted in Info Taurus and tagged , . Bookmark the permalink.

One Response to Tulisan Seorang Sahabat : Belajar Kearifan di Peternakan Sapi Taurus

  1. Trims ulasannya ya masbro. Semoga sukses selalu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s